Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Gaya Belajar

Memahami Gaya Belajar Day 10

Menjelang libur panjang ini ada banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tidak hanya pekerjaan sebagai guru saja yang menuntut selesai sebelum masa liburan tiba. Tetapi tugas sebagai content writer pun harus segera tertunai juga. Karena sudah banyak order artikel yang masuk ke daftar client. Jika tidak segera disetorkan, maka sudah pasti aku tidak bisa menikmati rencana travelling -ku. Aku tidak ingin saat sedang menikmati perjalanan tiba-tiba ada gangguan dari editor atau client yang menanyakan artikel. Jadi beberapa hari ini aku benar-benar sedang disibukkan dengan tugas pekerjaan. Untuk blog terpaksa aku absen menulis dan ikut share link di komunitas blogger. Alhamdulillah tugas-tugasku sudah 90% selesai. Sehingga aku punya waktu lagi untuk mulai murojaah dan hafalan Al-qur’an untuk ahad besok. Setiap ahad setelah halaqoh, aku mempunyai kewajiban untuk murojaah dan menyetorkan hafalan Al-qur’an semampunya. Ahad   kemarin aku tidak bisa maksimal hafalan karen...

Memahami Gaya Belajar Day 8

Source: Google.com Aku sangat menyukai dunia pendidikan. Itulah mengapa pada akhirnya aku memutuskan untuk terjun ke dunia pendidikan. Meskipun latar belakang pendidikanku bukan berasal dari fakultas ilmu pendidikan. Mengapa aku cinta dunia pendidikan? Karena bagiku mengajar itu menyentuh kehidupan selama-lamanya. Dan menjadi seorang pengajar (guru) adalah sebuah bakti yang amat mulia dalam kehidupan. Aku pun sempat berencana untuk ikut program mengajar ke pelosok daerah yang diselenggarakan pemerintah. Sayangnya orangtua tidak memberikanku izin. Karena saat itu lokasinya berada di kepulauan yang terlalu jauh. Dalam mengajar aku menerapkan sistem fun learning . Hal ini sebagai alternatif untuk membunuh rasa jenuh murid di tengah proses belajar yang sedang berlangsung. Ketika kuperhatikan murid-murid mulai tidak fokus atau terlihat mulai malas-malasan di kelas, maka saatnya untuk memasukkan “ filler ”, dengan memakai alokasi waktu sekitar 10-15 menit jam pelajaran. Filler i...

Memahami Gaya Belajar Day 7

Setiap individu memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Dari gaya belajar inilah yang kemudian akan menentukan nyaman atau tidaknya seseorang dalam setiap proses belajarnya; yang juga kemudian akan memudahkan seseorang dalam memahami dan menguasai ilmu yang disampaikan. Oleh karenanya, adalah sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa tipe belajar kita. Apalagi bagi para orangtua, hendaknya tidak memaksakan anak mengikuti gaya belajar yang diinginkan orang tua. Tetapi coba pahami dan amati gaya belajar anak. Biarkan anak belajar sesuai dengan caranya. Mengenal cara belajar anak akan memudahkan orangtua memfasilitasi anak, dengan lingkungan yang mendukung anak dalam menyerap setiap informasi yang diterimanya secara maksimal. Selain itu, yang tak kalah penting adalah hendaknya orangtua juga mengenal cara belajar diri, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menanggapi model belajar anak. Karena bisa saja orangtua memiliki gaya belajar visual dominan. Tetapi belum tentu anak...

Membaca Yang Tertunda

Hari ini jadwalnya menyicil untuk mulai megeksekusi buku-buku yang pernah dibeli. Ya, aku punya kebiasaan agak buruk terkait hal ini. Saat pergi ke toko buku rasanya ingin bisa membawa pulang semua buku yang memikat hati. Sayangnya setelah buku berhasil kubawa pulang, aku tidak segera membacanya. Biasanya buku yang dibeli langsung diletakkan di rak buku. Hingga akhirnya buku itu terabaikan untuk jangka waktu yang tidak tentu. Tak jarang aku kerap lupa pernah membeli sebuah buku. Baru teringat memiliki buku tertentu saat membongkar ulang susunan buku. Lantas mengapa aku rajin beli buku jika buku yang dibeli tidak langsung dibaca bahkan terlupakan? Itu semua karena aku mencintai buku. Bagiku buku adalah sahabat yang mampu memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasarannku. Selain itu, dengan membeli buku tersebut, setidaknya aku ikut berkontribusi menyelamatkan dunia literasi agar tidak mudah tenggelam. Setidaknya aku menyelamatkan ilmu yang telah dituliskan...

Mendengarkan Membantuku Mengingat

Source: Google.com Seperti biasanya setiap ahad aku ada kegiatan halaqoh. Dan hari ini jadwalnya buat murojaah surat Al-qur'an dan setor hafalan terbaru. Sebelum tiba giliran, aku ikut menyimak teman yang sedang setoran. Kuperhatikan dengan seksama ayat demi ayat yang diucapkan. Tak ketinggalan bibirku pun turut bergerak tanpa suara mengikuti bacaan teman yang sedang setoran dengan Ustadzah. Kebetulan ayat yang dibaca temanku adalah ayat yang juga pernah kuhafalkan. Namun karena jarang murojaah ayat tersebut, akhirnya aku kurang lancar membacanya tanpa melihat Al-qur'an.  Tibalah giliranku untuk setor hafalan. Ada rasa gugup ketika ustadzahmemintaku murojaah dan menyetorkan hafalan terbaru. Namun, bismillah kuberusaha memberikan yang terbaik. Murojaah selesai dengan baik tanpa ada pengulangan. Alhamdulillah. Tidak sia-sia tadi ikut menyimak dan mengikuti bacaan teman yang sedang hafalan. Dan untuk surat terbaru, aku pun bisa menghafalkannya dengan baik. Meski tadi ad...

Game Level 4: Bereksperimen Dengan Seblak

Menikmati hidangan kuliner merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku. Itulah mengapa aku pun suka berburu hidangan kuliner saat berkunjung ke suatu tempat. Salah satu daftar menu kuliner yang kerap membuatku tak pernah bosan menikmatinya adalah jajanan khas dari kota Bandung. Nah, biasanya aku suka penasaran dengan menu makanan yang sedang kunikmati. Tak jarang sambil makan pun aku mengerahkan kemampuan indra perasa untuk menganalisa bahan pembuat. Tak lupa pula kulibatkan daya imajinasi untuk membayangkan bagaimana cara makanan ini diproses. Sebulan yang lalu aku berkunjung ke Jakarta menemui adikku. Saat itu aku diajaknya makan seblak di kawasan Jakarta Barat. Rasanya nikmat sekali. Aroma khas seblaknya begitu terasanikmat saat beradu dengan lidah. Nah,kebetulan juga saat ini aku sedang sangat ingin menikmati seporsi hidangan seblak. Tapi sayangnya aku belum menemukan tempat penjual seblak, yang mampu memikat hati di kota tempatku tinggal. Namun aku ti...

Game Level 4: Gaya Belajar Day 2

Dua pekan lalu aku mendapatkan voucher dari cafe G’Ummati karena berhasil memenangkan lomba blog bertema “Sensor Mandiri,Bijak Membentuk Generasi”. Dan hari ini aku pergi ke cafe tersebut untuk memanfaatkan nominal voucher yang kudapatkan. Alhamdulillah bisa makan sepuasnya dan tambahan membawa pulang menu makanan lainnya. Selama menunggu pesanan, kumanfaatkan waktu memerhatikan sekitar dan mencatat hal-hal menarik yang tertangkap oleh mata. Ya, ini juga merupakan bagian kebiasaanku saat berada di sebuah tempat. Dan biasanya hasil pengamatan ini kugunakan sebagai bahan untuk membuat tulisan di blog. Hmm…lumayan lama juga menunggu. Jika dibiarkan tanpa aktivitas, bisa-bisa rasa jenuh dan bad mood datang menghampiri. Suasana cafe memang tidak sepi. Ada alunan musik dan banyak orang. Tetapi kondisiku yang sendirian sangat berpotensi mengundang rasa jenuh tentunya. Segera kukeluarkan jurnal dan mulai mengembangkan ide-ide yang ada di jurnal. Alhamdulillah bisa menyicil tulisan yan...

Game Level 4: Gaya Belajar Day 1

Source: Google.com Gaya belajar terbagi atas tiga tipe, yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Dan setiap anak memiliki gaya belajarnya sendiri, yang kemudian hal ini dapat mendukung anak-anak dalam memahami dan menyerap setiap ilmu yang diberikan. Karenanya kita tidak bisa memaksakan seorang anak untuk mengikuti metode belajar yang kita inginkan. Hal ini justru akan berdampak pada penurunan prestasi dan kemampuan yang dimiliki seorang anak. Untuk itulah kita harus mengenali cara atau gaya belajar setiap anak, agar mereka mampu dengan mudah menguasai materi dan ilmu yang diberikan. Saat usia sekolah dasar hingga perguruan tinggi, aku cenderung lebih suka menyerap ilmu yang diberikan guru dengan fokus mendengarkan sambil merekam dalam otak apa yang disampaikan. Sambil mendengarkan, biasanya aku juga suka membuat catatan-catatan pada buku coretan. Biasanya catatan itu berupa poin-poin pentingnya saja. Jadi hanya berupa coretan-coretan. Setelah materi selesai, da...