Skip to main content

Memahami Gaya Belajar Day 10




Menjelang libur panjang ini ada banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tidak hanya pekerjaan sebagai guru saja yang menuntut selesai sebelum masa liburan tiba. Tetapi tugas sebagai content writer pun harus segera tertunai juga. Karena sudah banyak order artikel yang masuk ke daftar client. Jika tidak segera disetorkan, maka sudah pasti aku tidak bisa menikmati rencana travelling-ku. Aku tidak ingin saat sedang menikmati perjalanan tiba-tiba ada gangguan dari editor atau client yang menanyakan artikel. Jadi beberapa hari ini aku benar-benar sedang disibukkan dengan tugas pekerjaan. Untuk blog terpaksa aku absen menulis dan ikut share link di komunitas blogger.

Alhamdulillah tugas-tugasku sudah 90% selesai. Sehingga aku punya waktu lagi untuk mulai murojaah dan hafalan Al-qur’an untuk ahad besok. Setiap ahad setelah halaqoh, aku mempunyai kewajiban untuk murojaah dan menyetorkan hafalan Al-qur’an semampunya. Ahad  kemarin aku tidak bisa maksimal hafalan karena disibukkan dengan urusan pekerjaan. Untuk ahad ini insyaAllah aku bisa setor hafalan sesuai target.

Dalam menghafal Al-qur’an biasanya aku akan membaca satu ayat sambil memerhatikan susunan huruf dan tanda bacanya. Setelah itu kututup Al-qur’an dan mulai menghafal di luar kepala. Jika ada yang terlupa, aku akan membuka kembali Al-qur’an untuk melihat sejenak bagian yang terlupa. Kemudian kututup kembali untuk mengulanginya dari awal. Dan agar tak salah ayat aku biasanya memerhatikan bagian awal hurufnya. Tak lupa pula kugunakan jari sebagai penanda ayat keberapa yang kubaca, agar lebih mudah dalam proses menghafal. Jika sedang di perjalanan, aku suka mendengarkan murotal dari ponsel dan sambil mengikuti bacaannya dalam hati. Sesekali kuikuti sambil menggerakkan bibir tanpa suara. Well, semoga besok setoran hafalanku berjalan baik dan lancar. Aamiin.

Gaya Belajar:
Visual: Mengingat dengan cara melihat dan membaca tulisan huruf Al-qur’an
Auditory: Mendengarkan murotal untuk membantu menghafal
Kinestetik: Menggunakan jari untk menghitung saat menghafal


#HariKe10
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Membaca Yang Tertunda

Hari ini jadwalnya menyicil untuk mulai megeksekusi buku-buku yang pernah dibeli. Ya, aku punya kebiasaan agak buruk terkait hal ini. Saat pergi ke toko buku rasanya ingin bisa membawa pulang semua buku yang memikat hati. Sayangnya setelah buku berhasil kubawa pulang, aku tidak segera membacanya. Biasanya buku yang dibeli langsung diletakkan di rak buku. Hingga akhirnya buku itu terabaikan untuk jangka waktu yang tidak tentu. Tak jarang aku kerap lupa pernah membeli sebuah buku. Baru teringat memiliki buku tertentu saat membongkar ulang susunan buku. Lantas mengapa aku rajin beli buku jika buku yang dibeli tidak langsung dibaca bahkan terlupakan? Itu semua karena aku mencintai buku. Bagiku buku adalah sahabat yang mampu memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasarannku. Selain itu, dengan membeli buku tersebut, setidaknya aku ikut berkontribusi menyelamatkan dunia literasi agar tidak mudah tenggelam. Setidaknya aku menyelamatkan ilmu yang telah dituliskan...

Think Positively

Emosi merupakan bagian dari kemudi kehidupan yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan. Itulah mengapa kita perlu mengolah emosi dengan baik, agar memberikan kontribusi yang positif dalam roda kehidupan. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika dihadapkan pada sanjungan atau pun kritikan. Tetapi jadikan sema itu sebagai sarana membangun sikap dan karakter diri yang lebih bijak. Senang sekali rsanya saat karya kita diapresiasi oleh orang lain. Meskipun hanya sebatas pujian sederhana. Paling tidak respon positif itu telah menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya. Dalam sebuah diskusi group fotografi, kuberanikan diri meng- upload hasil memotret saat berada di Tangkuban Perahu. Banyak yang kagum dengan foto itu. Dan beberapa ada yang memuji hasil jepretan amatiran sepertiku. Namun tak semua menaggapi dengan pujian. Ada juga yang mengkritik. Intinya memberikan kritikan membangun bahwa masih banyak yang harus kupelajari lebih dalam untuk menghasilkan foto bagus dan berkua...

Project #GantiGadget2019: Syiar Sambil Berniaga

Peniagaan adalah salah satu cara menghasilkan pendapatan. Itulah mengapa banyak banyak orang yang terjun ke dunia bisnis niaga. Terlebih saat ini transaksi jual beli sudah semakin mudah, seiring dengan kemajuan teknologi digital. Biasanya produk yang laris adalah produk yang sedang populer, yang menjadi kebutuhan, yang diimingi potongan harga, dan produk-produk unik. Nah saat ini banyak teman yang sangat berminat memiliki atribut Islami. Terlebih sejak terjadinya peristiwa pembakaran bendera tauhid oleh beberapa oknum Banser di Garut.  Kebetulan di tas ranselku tergantung sebuah gantungan kunci bertuliskan kalimat tauhid. Dan banyak teman-teman Muslimah yang ternyata tertarik ingin juga memiliki gantungan kunci seperti milikku tersebut. Dari sini aku terpikir untuk menjadi reseller produsen gantungan kunci tersebut. Dari sini aku juga bisa berpartisipasi aktif dalam syiar mengekspos besar-besaran kalimat tauhid ke khalayak ramai. Jadi berjualannya tidak hanya dapat hasil du...