Masih teringat jelas di ingatanku, betapa setakut itu aku ketika kedua mata mulai mengirim peringatan. Aku benar-benar dibuat sibuk, di tengah momen sakral adik lelakiku. Di suasana khidmat yang dipenuhi kebahagiaan keluarga besar, harusnya aku yang terbiasa mengabadikan setiap momen bisa menyuguhkan hasil jepretan maupun rekaman terbaik untuk dikenang. Harusnya aku hadir di setiap sesi foto kelurga dengan senyum lebar seperti biasanya. Sayang, di hari bersejarah itu aku dikejutkan dengan gangguan mata yang selama ini kerap kuanggap sepele. 23 Juli 2026 bagi adikku adalah tanggal yang akan dirayakannya sebagai wedding anniversary setiap tahun. Sebaliknya, bagiku hari itu adalah pengingat berharga dan momen titik balik yang mengubah kebiasaan serta sikap abaiku terhadap kedua mata. Ya, aku memang selama ini terlalu cuek ketika mata terasa mulai lelah. Kupaksa ia terus melek padalah aku sendiri sebenarnya juga sudah merasa tidak nyama karena Mata Sepet, Perih, Lelah (Mata SePeLe). ...
Pernahkah melihat seseorang di jalan tampak berbicara sendiri, dengan penampilan lusuh, tidak berpakaian layak, bahkan ada yang berpakaian tidak menutupi aurat yang harusnya tidak boleh terlihat orang lain? Ya, ini bukan sebuah pemandangan langka. Karena hampir di setiap tempat, orang seperti itu bisa kita jumpai. Melihat hal itu, mungkin atau tak jarang banyak dari kita yang akan langsung memberi label “orang gila” atau “orang berbahaya”. Padahal, sebenarnya mereka juga manusia yang sama dengan kita. Hanya saja, mereka sedang dalam situasi tidak beruntung lantaran harus menjalani ujian hidup, yang harus berjuang dengan kondisi mentalnya yang rapuh, di mana terkadang di balik itu semua ada kisah pilu yang telah mereka lalui. Mereka adalah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), bukan orang gila yang kebanyakan dari kita terkadang cenderung suka mendiskriminasi mereka. Bahkan banyak anak-anak yang suka mengolok-olok mereka sembari melempar kerikil. Dan mirisnya, b...