Masih teringat jelas di ingatanku, betapa
setakut itu aku ketika kedua mata mulai mengirim peringatan. Aku benar-benar
dibuat sibuk, di tengah momen sakral adik lelakiku. Di suasana khidmat yang
dipenuhi kebahagiaan keluarga besar, harusnya aku yang terbiasa mengabadikan
setiap momen bisa menyuguhkan hasil jepretan maupun rekaman terbaik untuk
dikenang. Harusnya aku hadir di setiap sesi foto kelurga dengan senyum lebar
seperti biasanya. Sayang, di hari bersejarah itu aku dikejutkan dengan gangguan
mata yang selama ini kerap kuanggap sepele.
23 Juli 2026 bagi adikku adalah
tanggal yang akan dirayakannya sebagai wedding anniversary setiap tahun. Sebaliknya,
bagiku hari itu adalah pengingat berharga dan momen titik balik yang mengubah
kebiasaan serta sikap abaiku terhadap kedua mata. Ya, aku memang selama ini terlalu
cuek ketika mata terasa mulai lelah. Kupaksa ia terus melek padalah aku sendiri
sebenarnya juga sudah merasa tidak nyama karena Mata Sepet, Perih, Lelah (Mata
SePeLe).
Yang jadi andalan menenangkannya
adalah mengucek-ucek atau membasuh wajah ke kamar mandi. Karena kupikir mataku
hanya butuh disegarkan dengan air agar kuat mengikuti egoku yang tak kunjung
istirahat.
Sesi
Foto Keluarga Minus Anak Tertua
Aku sangat hobi memotret apapun dan
sekaligus hobi berfoto, terutama di momen-momen tertentu yang patut dikenang. Lantas,
bagimana jika di momen penting yang sudah direncanakan secara matang sejak
lama, tapi aku tidak bisa banyak mengabadikan kenanganan itu? Rasanya kecewa
dan sangat sedih. Inilah yang kualami saat adikku menikah bulan lalu. Bukan karena
tidak bisa hadir sehingga tidak bisa ikut terlibat dalam membuat kenangan
berharga bersama keluarga. Tetapi, karena kedua mata terasa tidak nyaman. Rasa perih
dan seperti ada ganjalan membuatku cukup sibuk sendiri.
“Mbak, tangannya jangan kucekin mata terus, kata sang fotografer saat kami semua bersiap di foto.
Kutahan sejenak rasa tak nyaman
yang menyerang mataku agar kami bisa melakukan sesi foto keluarga lengkap di pernikahan
adikku. Namun, aku tidak bisa menahannya terlalu lama. Alhasil foto-foto
keluarga banyak yang kulewatkan. Aku memilih duduk di dalam ruang rumah sambil
membuka layar handphone agar segera mendapatkan jawaban dan solusi untuk
gangguan mata yang kualami.
“Gejala lain dari mata kering yang perlu diwaspadai
adalah Mata Sepet, Perih, Lelah. Ini bukanlah sekadar gangguan biasa, karena gejala
tersebut bisa menjadi tanda bahwa mata tengah mengalami kekeringan, iritasi,
atau bahkan telah terjadi masalah kesehatan yang lebih serius”.
Seketika aku mulai cemas ketika
membaca bagian sebuah paragraph di salah satu artikel halodoc tentang GejalaMata Kering yang kubaca. Pikiran mulai
dibayang-bayangi hal-hal menakutkan yang akan terjadi pada mata. Aku sungguh
sangat menyesal tidak bertindak cepat mencari solusi ketika mata mulai protes. Aku
sangat menyesal ketika terus memaksa mata terbuka di tengah malam padahal ia
sudah mengirim tanda sangat lelah.
“Masih sakit matanya?” Suara ibu yang
baru saja masuk ke dalam ruang membuyarkan lamunan kecemasanku. Aku mengangguk
pelan dan memeluknya.
Setetes
Cairan Bening yang Menyelamatkan Hariku
Ibu meminta keponakanku, Reki untuk
membeli obat tetes mata. Tak lama menunggu, Reki sudah datang dengan membawa
sebuah obat tetes mata mungil dengan kemasan berwarna biru muda. Saat sampai ke
tanganku, kulihat kemasan berpenampilan segar itu bertuliskan “Insto Dry Eyes – tetes mata steril.
Aku pun segera mengaplikasikan obat
tetes mata itu setelah membaca cara penggunaanya. Kuteteskan 2 tetes pada mata,
dan alhamdulillah efeknya mulai terasa tanpa menunggu lama. Perlahan kecemasanku
pun mulai memudar. Akhirnya, aku masih bisa menikmati hari sakral momen
pernikahan adikku. Meski terlewatkan sesi foto bersama dan beberapa momen
kehangatan lainnya, tapi setidaknya aku masih bisa tersenyum kembali berkat
petolongan obat tetes mata, #InstoDryEyes yang membuatku #BebasMataKering. Sekarang
aku lebih memerhatikan kesehatan mata, #MataSepeleJanganSepelein jika ingin
tetap menikmati hidup yang berharga.
Yuk,
Kenalan Dulu dengan Apa Itu Mata Kering
Mata dikenal sebagai jendela dunia karena
dengannya kita bisa memnyaksikan seisi ala mini dengan puas. Itulah mengapa mata
dianggap aset penting kehidupan. Jika mata tak bisa lagi melihat dengan jelas
atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali, maka dunia akan terasa gelap. Kita tidak
bisa lagi melihat betapa indahnya bunga-bunga yang bermekaran di pagi hari,
tidak lagi bisa menyaksikan betapa gagahnya gunung dan bukit-bukit tinggi yang
berdiri mengelilingi sekitarnya, tidak bisa lagi memandang penuh takjub
keindahan air terjun atau pantai-pantai dengan segala pesonanya. Bahkan kita
tidak bisa lagi menatap diri sendiri di cermin.
Oleh karena itu, jangan pernah
anggap sepele ketika mata mulai mengalami gangguan, meski gangguan itu ringan
dan mungkinsaja bisa hilang setelah dikucek atau dibasuh, tetapi, jika keadaan itu
terus dibiarkan, maka kelak ia akan datang dengan gangguan serius yang bisa saja
mengancam penglihatan kita.
Saat mata mulai lelah, perih,
gatal, atau terasa sepet, segera atasi dengan cara yang tetap. Misalnya beri
obat tetes mata yang sudah terpercaya atau bisa juga langsung ke dokter mata. Tidakan
ini akan menyelamatkan dua bola mata dan dunia kita.
Lantas, apa sih itu mata kering,
mengapa ia bisa jadi masalah serius di kemudian hari?
Mata kering adalah kondisi di mana mata
tidak mampu memproduksi cukup air mata, sehingga ia tidak dapat melumasi mata
dengan sempurna.
Mengutip kanal YouTube Vio Optical
Clinic, dr. Weni Puspitasai, Sp.M mengatakan, air mata punya tiga lapisan yang
saling bekerja secara harmonis, yakni lapisan lipid (minyak), aqueous (air),
dan mucin (lendir). Ketiganya berperan dalam menjaga kelembaban mata agar tetap
nyaman dan juga terlindungi dari iritasi serta infeksi. Jika salah satu saja
lapisan mengalami gangguan, misalnya produksi minyak pada mata berkurang atau
terjadi penguapan berlebihan, maka mata kita bisa kering.
Salah satu keluhan yang sering
terjadi saat mata kering adalah mata berair. Kondisi inilah yang membuat banyak
orang tidak sadar bahwa sebenarnya telah terjadi kekeringan pada mata. Akibatnya,
banyak yang abai dan menganggap mata hanya sekadar lelah biasa saja.
Berikut ini beberapa gejala yang kerap
dirasakan karena mata kering:
Mata Sepet: Sensasi rasa tidak nyaman seperti
ada pasir di mata, sehingga membuat kita kesulitan saat ingin melihat dengan
jelas.
Mata Perih: Terasa panas atau seperti
terbakar di mata, yang sering disertai mata kemerahan.
Mata Lelah: Pandangan mata terasa berat dan
sulit fokus, terutama setelah mata menatap layar digital dalam waktu lama.
Pandangan Buram: Kondisi ini memang tidak disertai
gangguan serius pada mata, tetapi bisa terjadi sesaat karena kelembapan mata
yang berkurang.
Sensitif terhadap cahaya: Mata mulai akan terasa silau
berlebihan dan kurang nyaman saat berada dalam kondisi terang.
Inilah
yang Banyak Menyebabkan Mata Kering dan Dampaknya
Kebiasaan sehari-hari yang kita
lakukan bisa menjadi sebab mata kering. Terutama bagi kita yang saat ini hidup
di tengah teknologi digital yang tidak bisa begitu saja lepas dari layar
digital seperti ponsel, televisi, laptop, dan lainnya.
Berikut ini beberapa penyebab utama
mata kering, yang menguntit masyarakat modern saat ini:
1. Layar Digital
Terlalu lama menatap layar digital
seperti laptop, handphone, atau komputer, dapat memicu terjadinya kekeringan
pada mata. Karena frekuensi mata dalam berkedip akan berkurang saat mata fokus
pada layar. Padahal, berkedip berfungsi dalam menyebarkan air mata serta
menjaga mata tetap lembab dan sehat.
Selain itu, paparan cahaya biru
dari layar digital dapat mengganggu keseimbangan produksi air mata dan dapat
membuat mata mudah lelah serta kering.
2. Paparan AC atau Udara Kering
Udara dingin dari AC akan
mengurangi kelembapan lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan air mata lebih
cepat menguap dari permukaan mata. Tak hanya itu, pendingin ruangan ini juga
dapat mengganggu keseimbangan produksi air mata. Akibatnya, mata terasa sepet,
perih, dan lelah, setelah berada lama dalam ruangan tersebut.
3. Polusi Udara
Polusi udara mengandung partikel
kecil, asap kendaraan, debu, serta zat kimia yang dapat mengiritasi permukaan
mata dan mengganggu keseimbangan produksi air mata alami. Ketika mata terkena
polusi dan produksi air mata terganggu, maka penguapan air mata terjadi lebih
cepat dan kelembapannya jadi berkurang.
Lalu, apa saja dampak dari Mata
Kering ini jika tidak ditangani segera?
Jika kondisi mata kering terus didiamkan
tanpa segera diatasi, maka akibatnya bisa berujung pada masalah kesehatan mata
yang lebih serius, seperti: gangguan penglihatan, iritasi kronis, infeksi mata, sensasi mata terluka saat
kondisinya mulai parah dan ini menyebabkan nyeri serta kesulitan saat melihat.
Solusi
Efektif Cegah Mata Kering
Salah satu cara mudah dan efektif
dalam mengatasi mata kering adalah bisa dengan menggunakan obat tetes mata Insto
Dry Eyes. Saat ini kemasan Insto Dry Eyes yang banyak tersedia di minimarket
maupun apotek adalah kemasan new packaging dengan kotak kemasannya didominasi
wana biru langit. Tampilan tampak lebih cerah dan menyegarkan.
Insto Dry Eyes yang sudah banyak
dipercaya banyak orang dalam mengatasai mata kering hadir sebagai solusi kilat,
layaknya suguhan mie instan yang dapat membuat rasa lapar kita hilang sekejap di
saat genting. Obat tetes mata ini berperan baik dalam membantu mengembalikan
kelembapan alami mata berkat formula khusus yang dirancang dalam mengatasi
gejala mata kering. Jadi, mata kering bisa langsung segar kembali dengan hanya
diberi 1-2 tetesan Insto Dry Eyes. Karena Insto Dry Eyes mengandung pelembap
yang menyerupai air mata alami, sehingga dapat membantu mata tetap segar.
Selain menggunakan obat tetes mata
Insto Dry Eyes, beberapa hal berikut ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi
mata kering:
- Memperbanyak berkedip saat
bekerja lama di depan layar agar mata kita tetap terhidrasi secara alami.
- Perbanyak minum air putih untuk
menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Gunakan humidifier untuk membantu
menjaga kelembapan udara di dalam ruangan
- Gunakan kacamata pelindung saat
beraktivitas lama di depan layar digital, di luar ruangan, atau di tempat
berdebu untuk mengurangi paparannya secara langsung.
- Istirahatkan mata berkala dengan metode
20-20-20, yakni setiap 20 menit alihkan pandangan dari layar selama 20 detik
dengan melihat objek yang jaraknya 20 kaki.
- Konsumsi makanan yang kaya akan omega
3 seperti ikan salmon dan kacang-kacangan untuk membantu mata memproduksi air
mata alami.
Nah, mulai sekarang jangan pernah
lagi menyepelekan mata kering karena kondisi ini bisa berakibat serius pada
kesehatan mata. Jika itu terjadi, maka akan berdampak besar pada produktivitas
dan kenyamanan hidup kita.

Comments
Post a Comment