![]() |
| Source: Google.com |
Aku sangat menyukai dunia pendidikan. Itulah mengapa pada
akhirnya aku memutuskan untuk terjun ke dunia pendidikan. Meskipun latar
belakang pendidikanku bukan berasal dari fakultas ilmu pendidikan. Mengapa aku
cinta dunia pendidikan? Karena bagiku mengajar itu menyentuh kehidupan
selama-lamanya. Dan menjadi seorang pengajar (guru) adalah sebuah bakti yang
amat mulia dalam kehidupan. Aku pun sempat berencana untuk ikut program
mengajar ke pelosok daerah yang diselenggarakan pemerintah. Sayangnya orangtua
tidak memberikanku izin. Karena saat itu lokasinya berada di kepulauan yang
terlalu jauh.
Dalam mengajar aku menerapkan sistem fun learning. Hal ini sebagai alternatif untuk membunuh rasa jenuh
murid di tengah proses belajar yang sedang berlangsung. Ketika kuperhatikan
murid-murid mulai tidak fokus atau terlihat mulai malas-malasan di kelas, maka
saatnya untuk memasukkan “filler”,
dengan memakai alokasi waktu sekitar 10-15 menit jam pelajaran. Filler ini biasanya diisi dengan game atau challenge yang tetap dikaitkan dengan materi pelajaran murid. Challenge atau game akan disesuaikan dengan level murid yang kuajar.
Ternyata cara mengajar seperti ini mampu menggugah semangat
murid untuk aktif dan fokus terhadap pelajaran. Mereka benar-benar antusias. Dengan
cara ini kudapatkan bahwa murid menjadi lebih mudah mengingat dan memahami
materi yang kusampaikan. Dan cara seperti ini juga sebenarnya salah satu cara
yang kusukai saat belajar. Jadi menurutku mengajar dan proses belajar itu tidak
melulu harus guru berbicara di depan kelas dan murid fokus mendengarkan. Tetapi
ada banyak cara agar belajar tidak lagi identik dengan kata malas dan bosan.
Aku juga senang jika dalam belajar ada demo atau pun praktek
langsung tentang materi yang sedang diajarkan. Karena menurutku model belajar
seperti ini lebih mudah melekat di otak. Dan hal inilah yang coba kuaplikasikan
pada murid-muridku di tengah rasa jenuuh mereka menghadapi pelajaran. Seperti hari
ini, aku ajak murid level Basics
untuk mempraktekkan berbagai ekspresi dalam Bahasa Inggris secara berpasangan;
satu murid sebagai peraga dan satunya lagi sebagai penebak. Dan hari ini kelas
pun tampak aktif, bersemangat, dan menyenangkan.
Gaya Belajar:
Visual: Mudah memahami dari apa yang dilihat
Auditory: Mudah memahami dari apayang
didengar
Kinestetik: Suka belajar dengan peragaan dan permainan
yang menyibukkan
#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments
Post a Comment