Skip to main content

Memahami Gaya Belajar Day 8

Source: Google.com
Aku sangat menyukai dunia pendidikan. Itulah mengapa pada akhirnya aku memutuskan untuk terjun ke dunia pendidikan. Meskipun latar belakang pendidikanku bukan berasal dari fakultas ilmu pendidikan. Mengapa aku cinta dunia pendidikan? Karena bagiku mengajar itu menyentuh kehidupan selama-lamanya. Dan menjadi seorang pengajar (guru) adalah sebuah bakti yang amat mulia dalam kehidupan. Aku pun sempat berencana untuk ikut program mengajar ke pelosok daerah yang diselenggarakan pemerintah. Sayangnya orangtua tidak memberikanku izin. Karena saat itu lokasinya berada di kepulauan yang terlalu jauh.

Dalam mengajar aku menerapkan sistem fun learning. Hal ini sebagai alternatif untuk membunuh rasa jenuh murid di tengah proses belajar yang sedang berlangsung. Ketika kuperhatikan murid-murid mulai tidak fokus atau terlihat mulai malas-malasan di kelas, maka saatnya untuk memasukkan “filler”, dengan memakai alokasi waktu sekitar 10-15 menit jam pelajaran. Filler ini biasanya diisi dengan game atau challenge yang tetap dikaitkan dengan materi pelajaran murid. Challenge atau game akan disesuaikan dengan level murid yang kuajar.

Ternyata cara mengajar seperti ini mampu menggugah semangat murid untuk aktif dan fokus terhadap pelajaran. Mereka benar-benar antusias. Dengan cara ini kudapatkan bahwa murid menjadi lebih mudah mengingat dan memahami materi yang kusampaikan. Dan cara seperti ini juga sebenarnya salah satu cara yang kusukai saat belajar. Jadi menurutku mengajar dan proses belajar itu tidak melulu harus guru berbicara di depan kelas dan murid fokus mendengarkan. Tetapi ada banyak cara agar belajar tidak lagi identik dengan kata malas dan bosan.

Aku juga senang jika dalam belajar ada demo atau pun praktek langsung tentang materi yang sedang diajarkan. Karena menurutku model belajar seperti ini lebih mudah melekat di otak. Dan hal inilah yang coba kuaplikasikan pada murid-muridku di tengah rasa jenuuh mereka menghadapi pelajaran. Seperti hari ini, aku ajak murid level Basics untuk mempraktekkan berbagai ekspresi dalam Bahasa Inggris secara berpasangan; satu murid sebagai peraga dan satunya lagi sebagai penebak. Dan hari ini kelas pun tampak aktif, bersemangat, dan menyenangkan.

Gaya Belajar:
Visual: Mudah memahami dari apa yang dilihat
Auditory: Mudah memahami dari apayang didengar
Kinestetik: Suka belajar dengan peragaan dan permainan yang menyibukkan

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Membaca Yang Tertunda

Hari ini jadwalnya menyicil untuk mulai megeksekusi buku-buku yang pernah dibeli. Ya, aku punya kebiasaan agak buruk terkait hal ini. Saat pergi ke toko buku rasanya ingin bisa membawa pulang semua buku yang memikat hati. Sayangnya setelah buku berhasil kubawa pulang, aku tidak segera membacanya. Biasanya buku yang dibeli langsung diletakkan di rak buku. Hingga akhirnya buku itu terabaikan untuk jangka waktu yang tidak tentu. Tak jarang aku kerap lupa pernah membeli sebuah buku. Baru teringat memiliki buku tertentu saat membongkar ulang susunan buku. Lantas mengapa aku rajin beli buku jika buku yang dibeli tidak langsung dibaca bahkan terlupakan? Itu semua karena aku mencintai buku. Bagiku buku adalah sahabat yang mampu memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasarannku. Selain itu, dengan membeli buku tersebut, setidaknya aku ikut berkontribusi menyelamatkan dunia literasi agar tidak mudah tenggelam. Setidaknya aku menyelamatkan ilmu yang telah dituliskan...

Think Positively

Emosi merupakan bagian dari kemudi kehidupan yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan. Itulah mengapa kita perlu mengolah emosi dengan baik, agar memberikan kontribusi yang positif dalam roda kehidupan. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika dihadapkan pada sanjungan atau pun kritikan. Tetapi jadikan sema itu sebagai sarana membangun sikap dan karakter diri yang lebih bijak. Senang sekali rsanya saat karya kita diapresiasi oleh orang lain. Meskipun hanya sebatas pujian sederhana. Paling tidak respon positif itu telah menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya. Dalam sebuah diskusi group fotografi, kuberanikan diri meng- upload hasil memotret saat berada di Tangkuban Perahu. Banyak yang kagum dengan foto itu. Dan beberapa ada yang memuji hasil jepretan amatiran sepertiku. Namun tak semua menaggapi dengan pujian. Ada juga yang mengkritik. Intinya memberikan kritikan membangun bahwa masih banyak yang harus kupelajari lebih dalam untuk menghasilkan foto bagus dan berkua...

Project #GantiGadget2019: Syiar Sambil Berniaga

Peniagaan adalah salah satu cara menghasilkan pendapatan. Itulah mengapa banyak banyak orang yang terjun ke dunia bisnis niaga. Terlebih saat ini transaksi jual beli sudah semakin mudah, seiring dengan kemajuan teknologi digital. Biasanya produk yang laris adalah produk yang sedang populer, yang menjadi kebutuhan, yang diimingi potongan harga, dan produk-produk unik. Nah saat ini banyak teman yang sangat berminat memiliki atribut Islami. Terlebih sejak terjadinya peristiwa pembakaran bendera tauhid oleh beberapa oknum Banser di Garut.  Kebetulan di tas ranselku tergantung sebuah gantungan kunci bertuliskan kalimat tauhid. Dan banyak teman-teman Muslimah yang ternyata tertarik ingin juga memiliki gantungan kunci seperti milikku tersebut. Dari sini aku terpikir untuk menjadi reseller produsen gantungan kunci tersebut. Dari sini aku juga bisa berpartisipasi aktif dalam syiar mengekspos besar-besaran kalimat tauhid ke khalayak ramai. Jadi berjualannya tidak hanya dapat hasil du...