Menikmati hidangan kuliner merupakan salah satu kegiatan yang
sangat menyenangkan bagiku. Itulah mengapa aku pun suka berburu hidangan
kuliner saat berkunjung ke suatu tempat. Salah satu daftar menu kuliner yang
kerap membuatku tak pernah bosan menikmatinya adalah jajanan khas dari kota
Bandung. Nah, biasanya aku suka penasaran dengan menu makanan yang sedang
kunikmati. Tak jarang sambil makan pun aku mengerahkan kemampuan indra perasa
untuk menganalisa bahan pembuat. Tak lupa pula kulibatkan daya imajinasi untuk
membayangkan bagaimana cara makanan ini diproses.
Sebulan yang lalu aku berkunjung ke Jakarta menemui adikku. Saat
itu aku diajaknya makan seblak di kawasan Jakarta Barat. Rasanya nikmat sekali.
Aroma khas seblaknya begitu terasanikmat saat beradu dengan lidah.
Nah,kebetulan juga saat ini aku sedang sangat ingin menikmati seporsi hidangan
seblak. Tapi sayangnya aku belum menemukan tempat penjual seblak, yang mampu
memikat hati di kota tempatku tinggal. Namun aku tidak ingin rasa ini tak
tertunaikan. Alhasil aku pun mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah.
Setelah memutar otak dan mengingat-ingat kembali cita rasa
seblak nikmat yang pernah kucicipi, serta bermodalkan bertanya langsung pada
seorang sahabat di Bandung, aku pun memberanikan diri membuat seblak. Setelah semua
bahan terkumpul. Aku mulai mengeksekusinya. Biasanya dalam memasak, jika aku
bingung, aku kerap bereksperimen sendiri dengan masakan tersebut. Alhamlillah beberapa
masakan yang pernah kueksekusi dengan cara seperti ini, masih memberikan hasil
yang memuaskan. Dan untuk seblak ini pun kukombinasikan dengan bahan lainnya
seperti tahu dan bulatan ikan giling. Rasanya… ternyata cukup nikmat di lidah.
Klasifikasi Gaya Belajar:
Visual : Mengingat apa yang pernah dilihat
Auditor : -
Kinestetik : Belajar melalui manipulasi dan praktek
#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments
Post a Comment