Skip to main content

Game Level 4: Bereksperimen Dengan Seblak




Menikmati hidangan kuliner merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku. Itulah mengapa aku pun suka berburu hidangan kuliner saat berkunjung ke suatu tempat. Salah satu daftar menu kuliner yang kerap membuatku tak pernah bosan menikmatinya adalah jajanan khas dari kota Bandung. Nah, biasanya aku suka penasaran dengan menu makanan yang sedang kunikmati. Tak jarang sambil makan pun aku mengerahkan kemampuan indra perasa untuk menganalisa bahan pembuat. Tak lupa pula kulibatkan daya imajinasi untuk membayangkan bagaimana cara makanan ini diproses.

Sebulan yang lalu aku berkunjung ke Jakarta menemui adikku. Saat itu aku diajaknya makan seblak di kawasan Jakarta Barat. Rasanya nikmat sekali. Aroma khas seblaknya begitu terasanikmat saat beradu dengan lidah. Nah,kebetulan juga saat ini aku sedang sangat ingin menikmati seporsi hidangan seblak. Tapi sayangnya aku belum menemukan tempat penjual seblak, yang mampu memikat hati di kota tempatku tinggal. Namun aku tidak ingin rasa ini tak tertunaikan. Alhasil aku pun mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah.

Setelah memutar otak dan mengingat-ingat kembali cita rasa seblak nikmat yang pernah kucicipi, serta bermodalkan bertanya langsung pada seorang sahabat di Bandung, aku pun memberanikan diri membuat seblak. Setelah semua bahan terkumpul. Aku mulai mengeksekusinya. Biasanya dalam memasak, jika aku bingung, aku kerap bereksperimen sendiri dengan masakan tersebut. Alhamlillah beberapa masakan yang pernah kueksekusi dengan cara seperti ini, masih memberikan hasil yang memuaskan. Dan untuk seblak ini pun kukombinasikan dengan bahan lainnya seperti tahu dan bulatan ikan giling. Rasanya… ternyata cukup nikmat di lidah.

Klasifikasi Gaya Belajar:

Visual          : Mengingat apa yang pernah dilihat

Auditor        : -
Kinestetik    : Belajar melalui manipulasi dan praktek



#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Membaca Yang Tertunda

Hari ini jadwalnya menyicil untuk mulai megeksekusi buku-buku yang pernah dibeli. Ya, aku punya kebiasaan agak buruk terkait hal ini. Saat pergi ke toko buku rasanya ingin bisa membawa pulang semua buku yang memikat hati. Sayangnya setelah buku berhasil kubawa pulang, aku tidak segera membacanya. Biasanya buku yang dibeli langsung diletakkan di rak buku. Hingga akhirnya buku itu terabaikan untuk jangka waktu yang tidak tentu. Tak jarang aku kerap lupa pernah membeli sebuah buku. Baru teringat memiliki buku tertentu saat membongkar ulang susunan buku. Lantas mengapa aku rajin beli buku jika buku yang dibeli tidak langsung dibaca bahkan terlupakan? Itu semua karena aku mencintai buku. Bagiku buku adalah sahabat yang mampu memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasarannku. Selain itu, dengan membeli buku tersebut, setidaknya aku ikut berkontribusi menyelamatkan dunia literasi agar tidak mudah tenggelam. Setidaknya aku menyelamatkan ilmu yang telah dituliskan...

Think Positively

Emosi merupakan bagian dari kemudi kehidupan yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan. Itulah mengapa kita perlu mengolah emosi dengan baik, agar memberikan kontribusi yang positif dalam roda kehidupan. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika dihadapkan pada sanjungan atau pun kritikan. Tetapi jadikan sema itu sebagai sarana membangun sikap dan karakter diri yang lebih bijak. Senang sekali rsanya saat karya kita diapresiasi oleh orang lain. Meskipun hanya sebatas pujian sederhana. Paling tidak respon positif itu telah menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya. Dalam sebuah diskusi group fotografi, kuberanikan diri meng- upload hasil memotret saat berada di Tangkuban Perahu. Banyak yang kagum dengan foto itu. Dan beberapa ada yang memuji hasil jepretan amatiran sepertiku. Namun tak semua menaggapi dengan pujian. Ada juga yang mengkritik. Intinya memberikan kritikan membangun bahwa masih banyak yang harus kupelajari lebih dalam untuk menghasilkan foto bagus dan berkua...

Project #GantiGadget2019: Syiar Sambil Berniaga

Peniagaan adalah salah satu cara menghasilkan pendapatan. Itulah mengapa banyak banyak orang yang terjun ke dunia bisnis niaga. Terlebih saat ini transaksi jual beli sudah semakin mudah, seiring dengan kemajuan teknologi digital. Biasanya produk yang laris adalah produk yang sedang populer, yang menjadi kebutuhan, yang diimingi potongan harga, dan produk-produk unik. Nah saat ini banyak teman yang sangat berminat memiliki atribut Islami. Terlebih sejak terjadinya peristiwa pembakaran bendera tauhid oleh beberapa oknum Banser di Garut.  Kebetulan di tas ranselku tergantung sebuah gantungan kunci bertuliskan kalimat tauhid. Dan banyak teman-teman Muslimah yang ternyata tertarik ingin juga memiliki gantungan kunci seperti milikku tersebut. Dari sini aku terpikir untuk menjadi reseller produsen gantungan kunci tersebut. Dari sini aku juga bisa berpartisipasi aktif dalam syiar mengekspos besar-besaran kalimat tauhid ke khalayak ramai. Jadi berjualannya tidak hanya dapat hasil du...