Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Berkreativitas Dari Barang Bekas

Dalam anggota keluarga, aku dikenal sebagai seorang yang suka berkreativitas. So , jika ada barang bekas yang kira-kira masih bisa dimanfaatkan atau dibuat sesuatu, biasanya akan kusimpan. Namun bukan berarti aku simpan semua barang bekas. Biasanya hanya benda-benda unik, lucu, dan bagus saja. Misalnya seperti pakaian tak terpakai, bekas wadah makan atau minuman, bekas kotak atau botol benda-benda, dll. Kebiasaan ini pun sampai membuat keluargaku bertanya dulu jika ingin membuang sesuatu. Ya, mereka sudah paham kalau aku suka sayang jika membuang benda-benda yang masih bisa di- recycle menjadi sesuatu.  Aku memang suka sekali berimajinasi saat menemukan suatu benda yang menarik perhatian. Namun sayangnya kebanyakan benda-benda tersebut belum bisa dieksekusi sebagaimana mestinya. Karena kendala waktu yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai pendidik, blogger, influencer, translator, dan content writer yang kugeluti.  Hari ini aku mencoba membuat hal yang sederhana...

It's A Cheese Cake Indeed

Sejatinya setiap orang mempunyai kemampuan untuk melakukan apapun. Karena Allah ta'ala telah memprogram otak manusia dengan begitu canggihnya, yang dengannya seseorang bisa berpikir, berkreasi, dan mencipta. Namun sayangnya kebanyakan manusia cenderung buru-buru menganggap dirinya tak mampu untuk melakukan hal-hal tertentu. Entah itu alasannya sulit, tidak terbiasa, hingga rasa malas pun menjadi alasan. Sebuah keahlian tidak akan pernah muncul tanpa diasah. Ini artinya setiap orang berpotensi melakukan hal-hal tertentu jika ia mau dan terus tekun mempelajarinya. Dan tentunya memiliki keahlian di bidang tertentu adalah sesuatu yang menyenangkan serta bernilai manfaat. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Bahkan sebuah keahlian bisa menjadi sumber finansial yang menjanjikan. Berkaitan dengan hal ini, dan untuk menjawab tantangan 10 hari  kelas Bunda Sayang Pra-Nikah IIP tentang melatih kemandirian, aku pun mulai mencoba menantang diriku untuk melakukan ...

Finally, I Did It

Jadikan kegagalan sebagai cambukan untuk mewujudkan sebuah kesuksesan. Ya, gagal adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah keberhasilan. Siapapun, bahkan orang hebat sekalipun, pasti akan atau pernah mencicipi yang namanya gagal. Bukan berarti orang gagal adalah orang bodoh atau menyedihkan. Tetapi gagal hadir sebagai bumbu agar sebuah keberhasilan memiliki kesan yang melekat.  Kemarin aku memang mengalami sedikit kegagalan saat memasang kipas angin. Tetapi hal itu bukan serta merta membuatku berhenti. Justru hal ini semakin membuatku penasaran. Apa yang membuatku gagal dan mengapa aku gagal? Dari sinilah aku berusaha menemukan inti masalahnya dan segera memperbaiki kesalahan itu.  Setelah lebih teliti, akhirnya kipas angin itu kini dapat bekerja sebagaimana mestinya. Kini aku tak lagi uring-uringan karena rasa gerah yang akhir-akhir ini betah membersamai. Aku pun kini bisa lebih nyaman beristirahat. #HariKe8 #Tantangan10Hari #GameLevel2 #KuliahBundaSa...

Kamu Tidak Akan Pernah Tahu Jika Belum Mencoba

Beberapa hari ini udara terasa sangat gerah. Sayangnya kipas angin di kamarku belum terpasang sejak kipas yang lama beralih tempat ke kamar adikku. Karena aku tidak begitu suka tidur dengan ditemani belaian lembut dari mesin pembuat angin tersebut. Itulah mengapa kipas itu kupindahkan ke kamar adikku. Tetapi kondisi udara yang beberapa hari ini terasa lumayan mengganggu kenyamanan tidur, membuatku merasa membutuhkan kehadiran sang kipas angin itu kembali. Sayangnya meminta sesuatu yang telah diberikan bukanlah sifatku. Terlebih hal itu juga tidak baik dilakukan. Hal ini seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Orang yang meminta kembali sesuatu yang telah diberikannya, seperti seseorang yang menjilat muntahnya sendiri.” Alhamdulillah ada kipas baru. Namun sayangnya aku tidak bisa langsung menikmati semilirnya angin yang berhembus dari kipas angin itu. Karena kondisinya masih belum terpasang.   Well , tampaknya aku harus bersabar sedikit sampai ia terpasang se...

Melatih Kemandirian Mengendarai Sepeda Motor

No pain  no gain . Setidaknya sebait kalimat ini yang membuatku terus bangkit dan berusaha hingga bisa mencapai titik keberhasilan. Ya, untuk bisa meraih sesuatu, akan ada tantangan dan risiko yang harus dihadapi,  sebelum akhirnya sukses berada di zona berhasil. Semua memang tidak mudah dan butuh kekuatan hati untuk tetap melaju meskipun di tengah kesulitan. Begitu juga dengan tekadku yang ingin sekali bisa mengendarai sepeda motor. Mungkin bagi mereka hal ini adalah sesuatu yang biasa. Tetapi bagiku, bisa mengendarai sepeda motor telah menjadi sebuah resolusi yang 3 tahun terakhir kuukir dalam daftar new year resolutions. Dan tahun ini akhirnya aku bisa mewujudkannya setelah melalui pendekatan dengan Mama, yang selama ini bersikukuh dengan pendiriannya, yang melarangku mengendarai sepeda motor. There is no useless thing when you are sure that you can do it . Aku termasuk orang yang punya target pasti dalam setiap hal. Dan untuk bisa mengendarai sepeda motor ini, ...