Skip to main content

It's A Cheese Cake Indeed


Sejatinya setiap orang mempunyai kemampuan untuk melakukan apapun. Karena Allah ta'ala telah memprogram otak manusia dengan begitu canggihnya, yang dengannya seseorang bisa berpikir, berkreasi, dan mencipta. Namun sayangnya kebanyakan manusia cenderung buru-buru menganggap dirinya tak mampu untuk melakukan hal-hal tertentu. Entah itu alasannya sulit, tidak terbiasa, hingga rasa malas pun menjadi alasan.

Sebuah keahlian tidak akan pernah muncul tanpa diasah. Ini artinya setiap orang berpotensi melakukan hal-hal tertentu jika ia mau dan terus tekun mempelajarinya. Dan tentunya memiliki keahlian di bidang tertentu adalah sesuatu yang menyenangkan serta bernilai manfaat. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Bahkan sebuah keahlian bisa menjadi sumber finansial yang menjanjikan.

Berkaitan dengan hal ini, dan untuk menjawab tantangan 10 hari  kelas Bunda Sayang Pra-Nikah IIP tentang melatih kemandirian, aku pun mulai mencoba menantang diriku untuk melakukan hal-hal yang selama ini kuhindari, salah satunya yaitu berkaitan dengan jahit menjahit. Biasanya aku akan mengumpulkan pakaian yang perlu diperbaiki, dan mempercayakan perbaikannya kepada tukang jahit dekat rumah. Namun kali ini aku ingin menanganinya sendiri. Kebetulan ada beberapa pakaian yang perlu diperbaiki karena sobek atau lepas jahitan.

Alhamdulillah tingkat kesobekan atau lepas jahitan pada beberapa pakaian itu tidak begitu sulit. Aku hanya perlu mengikuti pola jahitan yang ada. Dan kini pakaian itu bisa dipakai kembali tanpa menunggu tukang jahit bertindak. Biasanya satu pakaian dihargai Rp5.000-10.000 oleh penjahit. Namun dengan menjahit sendiri, at least aku sudah bisa berhemat juga. Sewing the torn clothes will not spend much money indeed. However, if we can do by ourself, so why don't we do it? That's true that in modern era we can use our money to solve our problems. But don't make ourself be a spoil person . Lakukanlah apa yang sekiranya bisa dilakukan sendiri. 


#HariKe9
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Comments

Popular posts from this blog

Game Level 3 Day 4: Mencari Peluang Lewat Lomba

Untuk mendapatkan suatu keinginan tidaklah melulu harus dipenuhi dengan mengeluarkan sejumlah nominal pribadi. Karena sejatinya ada banyak cara untuk bisa meraihnya. Salah satunya adalah melalui sebuah kompetisi. Tetapi untuk hal ini diperlukan beberapa faktor agar dalam sebuah kompetisi kita bisa menjadi pemenangnya.  Aku sangat suka menantang diri untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai tantangan atau pun kompetisi. Terutama dalam bidang kepenulisan. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan sekaligus mengasah ilmu yang dimiliki. Kebetulan sedang ada lomba blog yang menawarkan hadiah smartphone terbaru. Wah...kenapa tidak kucoba. Pikirku. Aku kan ingin #GantiGadget2019. Akhirnya kumulai menulis di blog utama untuk me- review smartphone yang sedang dilombakan. Semangat dan keyakinan sangat membantuku dalam mengetikkan kata demi kata. Artikel yang diminta harus natural (soft selling) dan penyampaian menarik. Setelah selesai dengan artikel, dengan penuh percaya diri ...

Think Positively

Emosi merupakan bagian dari kemudi kehidupan yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan. Itulah mengapa kita perlu mengolah emosi dengan baik, agar memberikan kontribusi yang positif dalam roda kehidupan. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika dihadapkan pada sanjungan atau pun kritikan. Tetapi jadikan sema itu sebagai sarana membangun sikap dan karakter diri yang lebih bijak. Senang sekali rsanya saat karya kita diapresiasi oleh orang lain. Meskipun hanya sebatas pujian sederhana. Paling tidak respon positif itu telah menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya. Dalam sebuah diskusi group fotografi, kuberanikan diri meng- upload hasil memotret saat berada di Tangkuban Perahu. Banyak yang kagum dengan foto itu. Dan beberapa ada yang memuji hasil jepretan amatiran sepertiku. Namun tak semua menaggapi dengan pujian. Ada juga yang mengkritik. Intinya memberikan kritikan membangun bahwa masih banyak yang harus kupelajari lebih dalam untuk menghasilkan foto bagus dan berkua...

Game Level 4: Gaya Belajar Day 2

Dua pekan lalu aku mendapatkan voucher dari cafe G’Ummati karena berhasil memenangkan lomba blog bertema “Sensor Mandiri,Bijak Membentuk Generasi”. Dan hari ini aku pergi ke cafe tersebut untuk memanfaatkan nominal voucher yang kudapatkan. Alhamdulillah bisa makan sepuasnya dan tambahan membawa pulang menu makanan lainnya. Selama menunggu pesanan, kumanfaatkan waktu memerhatikan sekitar dan mencatat hal-hal menarik yang tertangkap oleh mata. Ya, ini juga merupakan bagian kebiasaanku saat berada di sebuah tempat. Dan biasanya hasil pengamatan ini kugunakan sebagai bahan untuk membuat tulisan di blog. Hmm…lumayan lama juga menunggu. Jika dibiarkan tanpa aktivitas, bisa-bisa rasa jenuh dan bad mood datang menghampiri. Suasana cafe memang tidak sepi. Ada alunan musik dan banyak orang. Tetapi kondisiku yang sendirian sangat berpotensi mengundang rasa jenuh tentunya. Segera kukeluarkan jurnal dan mulai mengembangkan ide-ide yang ada di jurnal. Alhamdulillah bisa menyicil tulisan yan...