Skip to main content

Melatih Kemandirian Mengendarai Sepeda Motor



No pain  no gain. Setidaknya sebait kalimat ini yang membuatku terus bangkit dan berusaha hingga bisa mencapai titik keberhasilan. Ya, untuk bisa meraih sesuatu, akan ada tantangan dan risiko yang harus dihadapi,  sebelum akhirnya sukses berada di zona berhasil. Semua memang tidak mudah dan butuh kekuatan hati untuk tetap melaju meskipun di tengah kesulitan. Begitu juga dengan tekadku yang ingin sekali bisa mengendarai sepeda motor. Mungkin bagi mereka hal ini adalah sesuatu yang biasa. Tetapi bagiku, bisa mengendarai sepeda motor telah menjadi sebuah resolusi yang 3 tahun terakhir kuukir dalam daftar new year resolutions. Dan tahun ini akhirnya aku bisa mewujudkannya setelah melalui pendekatan dengan Mama, yang selama ini bersikukuh dengan pendiriannya, yang melarangku mengendarai sepeda motor. There is no useless thing when you are sure that you can do it.

Aku termasuk orang yang punya target pasti dalam setiap hal. Dan untuk bisa mengendarai sepeda motor ini,  aku sudah bisa mengendarainya dalam waktu kurang dari satu minggu. Hal ini berdasarkan perhitungan bahwa aku sudah punya basic dasarnya,yaitu mahir bersepeda. Tentunya hal ini tidak akan sulit bagiku, untuk juga bisa mengendarai kendaraan roda dua lainnya berjenis sepeda motor. Untuk mencapai target itu, kualokasikan extra time di saat-saat senggang agar bisa punya waktu lebih banyak berlatih. Alhamdulillah kini aku sudah mulai bisa mengendarainya dengan tanpa bantuan adikku lagi. Ya meskipun untuk saat ini aku masih a little bit afraid untuk mengendarainya di jalan-jalan utama, seperti jalan raya yang padat kendaraan.

Satu hal yang kupetik dari usaha melatih kemandirian ini yaitu, kerja keras, ketekunan, serta keyakinan kuat adalah kunci-kunci utama yang akan membuka pintu keberhasilan untuk kita. Karena dalam hal apapun, jika kita ragu dan fokus pada anggapan negatif, hanya akan membuat kita be a loser all the time. Hindari berpikiran negatif atau pun pesimis, misalnya seperti mengatakan, “Jika nanti gagal; Jika nanti jatuh; Jika nanti lelah; dan jika nanti jika nanti yang lainnya yang mungkin akan bergentayangan di ruang otak. Buanglah jauh-jauh semua itu. Keberhasilan itu tidak akan menghampiri jika kita sendiri tidak yakin dengan diri kita.


Well, akhirnya aku yang tadinya tidak bisa mengendarai sepeda motor, kini sudah mampu selangkah lebih baik. Dan semoga kemampuan ini bisa bermanfaat bagiku dan orang banyak. Tetapi yang ingin dibonceng atau minta diantar ke tempat agak jauh, mungkin harus sedikit bersabar. Karena saat ini aku hanya berani bersepeda motor di area komplek rumah. 


#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian

Comments

Popular posts from this blog

Membaca Yang Tertunda

Hari ini jadwalnya menyicil untuk mulai megeksekusi buku-buku yang pernah dibeli. Ya, aku punya kebiasaan agak buruk terkait hal ini. Saat pergi ke toko buku rasanya ingin bisa membawa pulang semua buku yang memikat hati. Sayangnya setelah buku berhasil kubawa pulang, aku tidak segera membacanya. Biasanya buku yang dibeli langsung diletakkan di rak buku. Hingga akhirnya buku itu terabaikan untuk jangka waktu yang tidak tentu. Tak jarang aku kerap lupa pernah membeli sebuah buku. Baru teringat memiliki buku tertentu saat membongkar ulang susunan buku. Lantas mengapa aku rajin beli buku jika buku yang dibeli tidak langsung dibaca bahkan terlupakan? Itu semua karena aku mencintai buku. Bagiku buku adalah sahabat yang mampu memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasarannku. Selain itu, dengan membeli buku tersebut, setidaknya aku ikut berkontribusi menyelamatkan dunia literasi agar tidak mudah tenggelam. Setidaknya aku menyelamatkan ilmu yang telah dituliskan...

Memahami Gaya Belajar Day 10

Menjelang libur panjang ini ada banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tidak hanya pekerjaan sebagai guru saja yang menuntut selesai sebelum masa liburan tiba. Tetapi tugas sebagai content writer pun harus segera tertunai juga. Karena sudah banyak order artikel yang masuk ke daftar client. Jika tidak segera disetorkan, maka sudah pasti aku tidak bisa menikmati rencana travelling -ku. Aku tidak ingin saat sedang menikmati perjalanan tiba-tiba ada gangguan dari editor atau client yang menanyakan artikel. Jadi beberapa hari ini aku benar-benar sedang disibukkan dengan tugas pekerjaan. Untuk blog terpaksa aku absen menulis dan ikut share link di komunitas blogger. Alhamdulillah tugas-tugasku sudah 90% selesai. Sehingga aku punya waktu lagi untuk mulai murojaah dan hafalan Al-qur’an untuk ahad besok. Setiap ahad setelah halaqoh, aku mempunyai kewajiban untuk murojaah dan menyetorkan hafalan Al-qur’an semampunya. Ahad   kemarin aku tidak bisa maksimal hafalan karen...

Project #GantiGadget2019: Syiar Sambil Berniaga

Peniagaan adalah salah satu cara menghasilkan pendapatan. Itulah mengapa banyak banyak orang yang terjun ke dunia bisnis niaga. Terlebih saat ini transaksi jual beli sudah semakin mudah, seiring dengan kemajuan teknologi digital. Biasanya produk yang laris adalah produk yang sedang populer, yang menjadi kebutuhan, yang diimingi potongan harga, dan produk-produk unik. Nah saat ini banyak teman yang sangat berminat memiliki atribut Islami. Terlebih sejak terjadinya peristiwa pembakaran bendera tauhid oleh beberapa oknum Banser di Garut.  Kebetulan di tas ranselku tergantung sebuah gantungan kunci bertuliskan kalimat tauhid. Dan banyak teman-teman Muslimah yang ternyata tertarik ingin juga memiliki gantungan kunci seperti milikku tersebut. Dari sini aku terpikir untuk menjadi reseller produsen gantungan kunci tersebut. Dari sini aku juga bisa berpartisipasi aktif dalam syiar mengekspos besar-besaran kalimat tauhid ke khalayak ramai. Jadi berjualannya tidak hanya dapat hasil du...