Skip to main content

Berkreativitas Dari Barang Bekas



Dalam anggota keluarga, aku dikenal sebagai seorang yang suka berkreativitas. So, jika ada barang bekas yang kira-kira masih bisa dimanfaatkan atau dibuat sesuatu, biasanya akan kusimpan. Namun bukan berarti aku simpan semua barang bekas. Biasanya hanya benda-benda unik, lucu, dan bagus saja. Misalnya seperti pakaian tak terpakai, bekas wadah makan atau minuman, bekas kotak atau botol benda-benda, dll. Kebiasaan ini pun sampai membuat keluargaku bertanya dulu jika ingin membuang sesuatu. Ya, mereka sudah paham kalau aku suka sayang jika membuang benda-benda yang masih bisa di-recycle menjadi sesuatu. 

Aku memang suka sekali berimajinasi saat menemukan suatu benda yang menarik perhatian. Namun sayangnya kebanyakan benda-benda tersebut belum bisa dieksekusi sebagaimana mestinya. Karena kendala waktu yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai pendidik, blogger, influencer, translator, dan content writer yang kugeluti. 

Hari ini aku mencoba membuat hal yang sederhana, yaitu membuat bros. Aku manfaatkan tali pita rok yang tak terpakai sebagai bahan utamanya. Tadinya tali pita itu hendak dibuang. Tetapi melihat warna dan bahannya yang menarik, membuatku urung membuang. Aku juga pernah melihat seorang teman membuat aneka bros dari kain perca. Kemudian bros-bros itu dijual kepada teman-teman mengaji seharga Rp4.000. Dan rata-rata mereka tertarik membeli. Dari sini pun aku mempunyai ide untuk memanfaatkan beberapa pita rok untuk dijadikan bros-bros mungil berbentuk pita. Then, the result is not bad. Aku berhasil membuatnya. 

#HariKe10
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian


#InstitutIbuProfesional

Comments

Popular posts from this blog

Game Level 3 Day 4: Mencari Peluang Lewat Lomba

Untuk mendapatkan suatu keinginan tidaklah melulu harus dipenuhi dengan mengeluarkan sejumlah nominal pribadi. Karena sejatinya ada banyak cara untuk bisa meraihnya. Salah satunya adalah melalui sebuah kompetisi. Tetapi untuk hal ini diperlukan beberapa faktor agar dalam sebuah kompetisi kita bisa menjadi pemenangnya.  Aku sangat suka menantang diri untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai tantangan atau pun kompetisi. Terutama dalam bidang kepenulisan. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan sekaligus mengasah ilmu yang dimiliki. Kebetulan sedang ada lomba blog yang menawarkan hadiah smartphone terbaru. Wah...kenapa tidak kucoba. Pikirku. Aku kan ingin #GantiGadget2019. Akhirnya kumulai menulis di blog utama untuk me- review smartphone yang sedang dilombakan. Semangat dan keyakinan sangat membantuku dalam mengetikkan kata demi kata. Artikel yang diminta harus natural (soft selling) dan penyampaian menarik. Setelah selesai dengan artikel, dengan penuh percaya diri ...

Think Positively

Emosi merupakan bagian dari kemudi kehidupan yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan. Itulah mengapa kita perlu mengolah emosi dengan baik, agar memberikan kontribusi yang positif dalam roda kehidupan. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika dihadapkan pada sanjungan atau pun kritikan. Tetapi jadikan sema itu sebagai sarana membangun sikap dan karakter diri yang lebih bijak. Senang sekali rsanya saat karya kita diapresiasi oleh orang lain. Meskipun hanya sebatas pujian sederhana. Paling tidak respon positif itu telah menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya. Dalam sebuah diskusi group fotografi, kuberanikan diri meng- upload hasil memotret saat berada di Tangkuban Perahu. Banyak yang kagum dengan foto itu. Dan beberapa ada yang memuji hasil jepretan amatiran sepertiku. Namun tak semua menaggapi dengan pujian. Ada juga yang mengkritik. Intinya memberikan kritikan membangun bahwa masih banyak yang harus kupelajari lebih dalam untuk menghasilkan foto bagus dan berkua...

Game Level 4: Gaya Belajar Day 2

Dua pekan lalu aku mendapatkan voucher dari cafe G’Ummati karena berhasil memenangkan lomba blog bertema “Sensor Mandiri,Bijak Membentuk Generasi”. Dan hari ini aku pergi ke cafe tersebut untuk memanfaatkan nominal voucher yang kudapatkan. Alhamdulillah bisa makan sepuasnya dan tambahan membawa pulang menu makanan lainnya. Selama menunggu pesanan, kumanfaatkan waktu memerhatikan sekitar dan mencatat hal-hal menarik yang tertangkap oleh mata. Ya, ini juga merupakan bagian kebiasaanku saat berada di sebuah tempat. Dan biasanya hasil pengamatan ini kugunakan sebagai bahan untuk membuat tulisan di blog. Hmm…lumayan lama juga menunggu. Jika dibiarkan tanpa aktivitas, bisa-bisa rasa jenuh dan bad mood datang menghampiri. Suasana cafe memang tidak sepi. Ada alunan musik dan banyak orang. Tetapi kondisiku yang sendirian sangat berpotensi mengundang rasa jenuh tentunya. Segera kukeluarkan jurnal dan mulai mengembangkan ide-ide yang ada di jurnal. Alhamdulillah bisa menyicil tulisan yan...