Skip to main content

Kamu Tidak Akan Pernah Tahu Jika Belum Mencoba



Beberapa hari ini udara terasa sangat gerah. Sayangnya kipas angin di kamarku belum terpasang sejak kipas yang lama beralih tempat ke kamar adikku. Karena aku tidak begitu suka tidur dengan ditemani belaian lembut dari mesin pembuat angin tersebut. Itulah mengapa kipas itu kupindahkan ke kamar adikku. Tetapi kondisi udara yang beberapa hari ini terasa lumayan mengganggu kenyamanan tidur, membuatku merasa membutuhkan kehadiran sang kipas angin itu kembali. Sayangnya meminta sesuatu yang telah diberikan bukanlah sifatku. Terlebih hal itu juga tidak baik dilakukan. Hal ini seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Orang yang meminta kembali sesuatu yang telah diberikannya, seperti seseorang yang menjilat muntahnya sendiri.”

Alhamdulillah ada kipas baru. Namun sayangnya aku tidak bisa langsung menikmati semilirnya angin yang berhembus dari kipas angin itu. Karena kondisinya masih belum terpasang.  Well, tampaknya aku harus bersabar sedikit sampai ia terpasang sempurna. Namun kemudian aku tertarik untuk melakukan pemasangan sang kipas angin sendiri, setelah membaca buku petunjuk yang ada di dalam kotak kipas. Hmmm…tampaknya tidak begitu sulit. Mulailah kucoba memasangnya dengan mengikuti panduan yang ada di dalam buku itu. Dengan hanya bermodalkan sebuah obeng, akhirnya si kipas angin sudah terpasang sempurna.

Kipas angin memang sudah terpasang. Tetapi entah mengapa ia enggan berputar saat kusambungkan kabelnya ke aliran listrik. Padahal rasanya aku sudah mengikuti buku petunjuknya dengan hati-hati. Setelah diperiksa, ternyata ada baut yang tak terkait rapat di body penghubung kincir dengan bagian belakangnya. Alright, masalahnya telah kutemukan. Tetapi untuk membongkar ulang rasanya diri ini sudah enggan. Jadi kuputuskan untuk membongkar dan memasangnya kembali esok hari.

Dari kegiatan memasang kipas angin ini aku belajar bahwa sesuatu yang kita anggap mudah belum tentu bisa dikerjakan tanpa mencoba. Dan benar saja ungkapan sebuah pepatah yang mengatakan, “You’ll never know till you’ve tried.” Kamu tidak akan pernah tahu sampai kamu mencobanya.

#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Comments

Popular posts from this blog

Game Level 3 Day 4: Mencari Peluang Lewat Lomba

Untuk mendapatkan suatu keinginan tidaklah melulu harus dipenuhi dengan mengeluarkan sejumlah nominal pribadi. Karena sejatinya ada banyak cara untuk bisa meraihnya. Salah satunya adalah melalui sebuah kompetisi. Tetapi untuk hal ini diperlukan beberapa faktor agar dalam sebuah kompetisi kita bisa menjadi pemenangnya.  Aku sangat suka menantang diri untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai tantangan atau pun kompetisi. Terutama dalam bidang kepenulisan. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan sekaligus mengasah ilmu yang dimiliki. Kebetulan sedang ada lomba blog yang menawarkan hadiah smartphone terbaru. Wah...kenapa tidak kucoba. Pikirku. Aku kan ingin #GantiGadget2019. Akhirnya kumulai menulis di blog utama untuk me- review smartphone yang sedang dilombakan. Semangat dan keyakinan sangat membantuku dalam mengetikkan kata demi kata. Artikel yang diminta harus natural (soft selling) dan penyampaian menarik. Setelah selesai dengan artikel, dengan penuh percaya diri ...

Think Positively

Emosi merupakan bagian dari kemudi kehidupan yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan. Itulah mengapa kita perlu mengolah emosi dengan baik, agar memberikan kontribusi yang positif dalam roda kehidupan. Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika dihadapkan pada sanjungan atau pun kritikan. Tetapi jadikan sema itu sebagai sarana membangun sikap dan karakter diri yang lebih bijak. Senang sekali rsanya saat karya kita diapresiasi oleh orang lain. Meskipun hanya sebatas pujian sederhana. Paling tidak respon positif itu telah menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya. Dalam sebuah diskusi group fotografi, kuberanikan diri meng- upload hasil memotret saat berada di Tangkuban Perahu. Banyak yang kagum dengan foto itu. Dan beberapa ada yang memuji hasil jepretan amatiran sepertiku. Namun tak semua menaggapi dengan pujian. Ada juga yang mengkritik. Intinya memberikan kritikan membangun bahwa masih banyak yang harus kupelajari lebih dalam untuk menghasilkan foto bagus dan berkua...

Game Level 4: Gaya Belajar Day 2

Dua pekan lalu aku mendapatkan voucher dari cafe G’Ummati karena berhasil memenangkan lomba blog bertema “Sensor Mandiri,Bijak Membentuk Generasi”. Dan hari ini aku pergi ke cafe tersebut untuk memanfaatkan nominal voucher yang kudapatkan. Alhamdulillah bisa makan sepuasnya dan tambahan membawa pulang menu makanan lainnya. Selama menunggu pesanan, kumanfaatkan waktu memerhatikan sekitar dan mencatat hal-hal menarik yang tertangkap oleh mata. Ya, ini juga merupakan bagian kebiasaanku saat berada di sebuah tempat. Dan biasanya hasil pengamatan ini kugunakan sebagai bahan untuk membuat tulisan di blog. Hmm…lumayan lama juga menunggu. Jika dibiarkan tanpa aktivitas, bisa-bisa rasa jenuh dan bad mood datang menghampiri. Suasana cafe memang tidak sepi. Ada alunan musik dan banyak orang. Tetapi kondisiku yang sendirian sangat berpotensi mengundang rasa jenuh tentunya. Segera kukeluarkan jurnal dan mulai mengembangkan ide-ide yang ada di jurnal. Alhamdulillah bisa menyicil tulisan yan...