"Bagaimana kamu ini, lihat usiamu sudah berapa. Mengapa kamu tampak nyaman dan sepertinya tidak peduli. Malah sibuk mengikuti aktivitas bersama teman-teman kajian. Bisa tidak sekali-kali kamu pikirkan duniamu. Jangan urusan akhirat terus. Semua harus seimbang. Bagaimana kamu bisa menikah jika jalan pikiranmu seperti ini? Tidak mau bergaul dengan lawan jenis sedikitpun." Cecar pak Narto bernada emosi
Belum sempat menanggapi, sang Bibi yang sejak tadi juga tampak tak sabar ingin berceloteh, langsung menghujani Syifa dengan komentar cukup pedas di telinga.
"Kamu ingin membuat Bapak dan Ibumu menanggung malu? Lihat semua perempuan seusiamu sudah punya suami. Bahkan yang usianya dibawahmu banyak yang sudah menggendong anak. Kamu tidak malu? Kasian orangtuamu selalu jadi gunjingan di kampung ini karena anak perempuannya tak kunjung bersuami. Apa lagi yang kamu tunggu. Ingat usuamu. Nanti kamu jadi perawan tua seperti Komariah. Atau kamu memang tak tertarik dengan laki-laki?"
"Astaghfirullah...Bibi, demi Allah Syifa tudak seperti itu. Jodoh itu bagian rahadia Allah. Kita hambanya hanya bisa taat dan berusaha agar Allah menyegerakannya. Dan salah satu bentuk taat itu adalah menjaga diri agar tidak tejerumus ke dalam hubungan yang belum halal. Allah sangat melarang itu."
"Lantas mengapa kamu sepertinya nyaman dengan statusmu ini. Sementara di luar sana sudah banyak bibir yang membicarakanmu. Mengapa kamu tidak berusaha?" Tambah sang Bibi.
"Dia jadi aneh sejak ikut kelompok ngaji (hijaber) di kampung sebrang saat masuk sekolah menengah." Sang Bapak yang masih memasang raut kesal itu menimpali.
Sejak memutuskan berhijrah 6 tahun lalu dan mulai mendalami ilmu agama, Syifa Izzatunnisa memang sangat membentengi dirinya dari hal-hal buruk dan dilarang Allah. Terutama untuk masalah adab bergaul dengan lawan jenisnya. Ia ingin bisa menjadi wanita sholeha yang disayang Allah.
Meskipun suasana obrolan sore itu terasa cukup panas, Syifa tetap menjaga kesantunannya dalam mendengar dan merespon kedua orang yang disayangnya itu.
"Bapak dan Bibi, Syifa paham kalian sangat sayang dan peduli dengan Syifa. Begitupun sebaliknya, Syifa sangat sayang dan ingin membahagiakan hidup orang-orang terdekat Syifa. Karena itu Syifa tidak ingin Bapak dan Ibu kelak di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda, "“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” Nah, kalau kita belum sah menikah maka tidak boleh berhubungan dengan lawan jenis. Hal itu sangat dilarang dan berdosa. Yang namanya pacaran kan pastinya sering berdua, kemana-mana berdua. Dan jika perempuan dan laki-laki suka berduaan tanpa mahramnya, maka akan mudah digoda setan. Hingga melakukan dosa. Dan Syifa tidak ingin hal itu terjadi. Syifa ingin nanti menikah atas rudho Allah.
Sang Bapak dan Bibi terdiam. Suasana sore pun hening seketika. Tak lama terdengar suara batuk dari arah kamar di sebelah kanan ruangan. Syifa pun bergegas bangkit menuju ke kamar itu. "Ibu." Sapanya ketika masuk ke dalam. Wanita yang terbaring lemah di tempat tidur itu mencoba duduk. Syifa segera membantu Ibunya untuk duduk bersandar di tempat tidur. Tatapan wanita itu terlihat lemah. Namun rona bahagia terlukis dari wajah pucatnya saat Syifa mendekat. "Yang Sabar ya sayang. Bapak dan Bibi itu peduli sama kamu. Mereka sangat menyayangimu, Nak." Kata sang Ibu.
"Syifa paham kok, Bu," Jawabnya sambil tersenyum dan bergelayut manja di pundak Ibunya. "Ya sudah sana temui Bapak dan Bibimu. Mereka pasti masih menunggu."
Syifa melangkah keluar. Bapak dan Bibinya tampak masih diam seribu bahasa. Saat Syifa kembali duduk, sang Bapak mulai berbicara kembali. Kali ini dengan nada yang tanpa emosi. "Syifa, Bapak hanya ingin yang terbaik bagimu. Bapak tidak ingin kamu nanti hidup sendirian. Bapak dan Ibu sudaj tua. Ibumu pun sakit-sakitan."
"Syifa paham, Pak. Doakan saja Syifa terus istiqomah dalam ketaatan. InsyaAllah jodoh Syifa sudah Allah siapkan. Jika pun tidak di dunia, di akhirat kelak Syifa akan berpasangan dengannya. Bapak dan Bibi tidak usah memikirkan ucapan orang. Yang penting Syifa tetap jadi anak baik kebanggaan kalian.
Rasulullah SAW bersabda, "“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” Nah, kalau kita belum sah menikah maka tidak boleh berhubungan dengan lawan jenis. Hal itu sangat dilarang dan berdosa. Yang namanya pacaran kan pastinya sering berdua, kemana-mana berdua. Dan jika perempuan dan laki-laki suka berduaan tanpa mahramnya, maka akan mudah digoda setan. Hingga melakukan dosa. Dan Syifa tidak ingin hal itu terjadi. Syifa ingin nanti menikah atas rudho Allah.
Sang Bapak dan Bibi terdiam. Suasana sore pun hening seketika. Tak lama terdengar suara batuk dari arah kamar di sebelah kanan ruangan. Syifa pun bergegas bangkit menuju ke kamar itu. "Ibu." Sapanya ketika masuk ke dalam. Wanita yang terbaring lemah di tempat tidur itu mencoba duduk. Syifa segera membantu Ibunya untuk duduk bersandar di tempat tidur. Tatapan wanita itu terlihat lemah. Namun rona bahagia terlukis dari wajah pucatnya saat Syifa mendekat. "Yang Sabar ya sayang. Bapak dan Bibi itu peduli sama kamu. Mereka sangat menyayangimu, Nak." Kata sang Ibu.
"Syifa paham kok, Bu," Jawabnya sambil tersenyum dan bergelayut manja di pundak Ibunya. "Ya sudah sana temui Bapak dan Bibimu. Mereka pasti masih menunggu."
Syifa melangkah keluar. Bapak dan Bibinya tampak masih diam seribu bahasa. Saat Syifa kembali duduk, sang Bapak mulai berbicara kembali. Kali ini dengan nada yang tanpa emosi. "Syifa, Bapak hanya ingin yang terbaik bagimu. Bapak tidak ingin kamu nanti hidup sendirian. Bapak dan Ibu sudaj tua. Ibumu pun sakit-sakitan."
"Syifa paham, Pak. Doakan saja Syifa terus istiqomah dalam ketaatan. InsyaAllah jodoh Syifa sudah Allah siapkan. Jika pun tidak di dunia, di akhirat kelak Syifa akan berpasangan dengannya. Bapak dan Bibi tidak usah memikirkan ucapan orang. Yang penting Syifa tetap jadi anak baik kebanggaan kalian.
#OneDayOnePost #ReadingChallengeOdop #Tugaslevel2 #level2tantangan2

InsyaaAllah jdoh sudah disiapkan Allah, adem bacanya 😊
ReplyDeleteAamiin. Terima kasih mbak.
DeleteTetap istiqomah, bagus.
ReplyDeleteSiap mbak. Masih terus belajar ini
Delete